:::: MENU ::::

Tuesday, March 13, 2018



Kali ini masih dalam ranah psycholinguistics. Ada sebuah kisah yang sangat terkenal dalam ilmu psycholinguistics yaitu kisah dari seorang anak bernama Genie. Kisah Genie mampu menggugah dunia Psycholinguistic kenapa? temukan kisahnya berikut ini. Artikel kali ini dalam dua bahasa guys so dapatkan kisahnya dalam Bahasa Indonesia pada bagian bawah artikel ber-Bahasa Inggris berikut;


Genie

In 1970, a 13-years-old girl named Genie was admitted to children hospital in Los Angeles. Her father was a gruff person, he tied Genie to a chair and deprived Genie’s whole life with forbid her to speak even make a little fussiness as a child. She even prohibited spending a few minutes with her mother even to feed her. Genie was cannot speak when she was treated in children hospital. However, over the time, she began to responds the others speech and try to communicate with imitate sounds. The fact that Genie developed her speaking ability became the evidence that language unobtainable after the critical period. Genie’s case evidence that part of left hemisphere opened to provided then the facility of language acquisition is closed. In Genie’s case there were several tests that showed that Genie did not have language facility in her left hemisphere, Genie able to learn a simple syntax with using her right hemisphere language facility. In addition, Genie began to speak through some early stages which is same with normal children go through.

Pada tahun 1970, seorang gadis berusia 13 tahun bernama Genie dibawa ke Rumah Sakit anak di Los Angeles. Ayahnya merupakan pribadi yang kasar, dia telah mengambil dunia Genie dengan mengikat Genie pada sebuah kursi. Selain itu dia melarang Genie untuk sekedar bicara atau membuat suara bahkan untuk rewel sedikit saja yang terhitung normal bagi seorang anak. Dia bahkan dilarang menghabiskan waktu walau hanya untuk beberapa menit bersama ibunya yang ingin memberinya makan. Genie tidak bisa berbicara ketika ia dirawat di Rumah Sakit anak. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Genie mulai merespon pembicaraan orang lain dan mencoba berkomunikasi dengan meniru suara. Faktanya, Genie telah membangun kemampuan berbicaranya yang membuktikan bahwa bahasa tidak dapat diperoleh setelah masa “critical period”. Kasus Genie membuktikan bahwa bagian dari otak kirinya terbuka untuk menyediakan dan memfasilitasi kemampuan berbahasa Genie yang sempat terkubur. Pada kasus Genie ada beberapa tes yang menunjukkan bahwa Genie tidak memiliki kecakapan berbahasa pada otak kirinya, Genie bisa mempelajari sintaks yang sederhana dengan menggunakan kecakapan berbahasa pada otak kanannya. Selain itu, Genie mulai bicara pada tahap-tahap awal perkembangan seperti halnya anak normal pada umunya.
Reaksi:
Categories:

0 komentar:

Post a Comment